Belajar TPA lebih cepat dengan pola, rumus inti, dan logika sederhana.

Modul ini dirancang untuk latihan mandiri: baca konsep singkat, hafalkan pola penting, coba latihan interaktif, lalu cek pembahasan. Semua materi disusun sebagai persiapan umum Tes Potensi Akademik: verbal, numerik, dan penalaran.

8Submateri utama
27Soal latihan dengan pembahasan
20+Rumus dan trik cepat
1File HTML mandiri

1. Peta Belajar Cepat

Urutan belajar yang paling efisien untuk TPA.

Langkah 1

Kenali tipe soal

TPA jarang menguji hafalan panjang. Yang sering diuji adalah kemampuan melihat hubungan, pola, dan kesimpulan valid.

Prinsip: cari pola paling sederhana lebih dulu sebelum memakai cara panjang.
Langkah 2

Pakai eliminasi

Untuk soal pilihan ganda, sering kali jawaban tercepat didapat dengan menghapus opsi yang jelas tidak sesuai.

Trik: targetkan 2 opsi tersisa, lalu bandingkan dengan definisi/pola yang paling ketat.
Langkah 3

Latih waktu

Setelah memahami materi, gunakan simulasi mini agar terbiasa menjawab cepat tanpa mengorbankan ketelitian.

Target awal: 60–90 detik per soal numerik, 30–45 detik per soal verbal/penalaran ringan.

2. Tes Kemampuan Verbal TPA

Sinonim, antonim, dan analogi kata.

Verbal 01

Persamaan kata / sinonim

Sinonim adalah kata yang memiliki makna sama atau sangat dekat.

Trik cepat: tentukan kelas kata dulu. Jika kata soal berupa sifat, jawaban biasanya juga sifat; jika benda, jawaban biasanya benda.
KataMakna dekatCatatan
Konvensionaltradisionalberdasarkan kebiasaan lama
Implisittersirattidak dinyatakan langsung
Validsahdapat diterima secara aturan/logika
Contoh cepat

Efisien bersinonim dengan hemat guna/tepat guna, bukan sekadar cepat. Efisien menekankan hasil optimal dengan sumber daya minimum.

Verbal 02

Lawan kata / antonim

Antonim adalah kata yang memiliki makna berlawanan secara tepat.

Trik cepat: jangan pilih kata yang hanya “berbeda”. Pilih kata yang benar-benar berada di kutub makna berlawanan.
KataAntonim tepatAlasan
Statisdinamisdiam vs bergerak/berubah
Abstrakkonkrettidak berwujud vs berwujud
Mayorminorbesar/utama vs kecil/kurang utama
Jebakan umum

Kata berawalan in-, im-, a-, atau non- sering bermakna negatif, tetapi tidak selalu bisa ditebak otomatis. Tetap cek makna kata.

Verbal 03

Analogi kata

Analogi menguji hubungan antara dua kata, lalu mencari pasangan lain dengan hubungan yang sama.

A : B = C : D
Artinya: hubungan A ke B harus sama dengan hubungan C ke D.
Trik cepat: buat kalimat hubungan. Contoh: “Pisau digunakan untuk memotong.” Maka “Pensil digunakan untuk menulis.”
Jenis hubunganContoh
Fungsi alatTermometer : suhu
Bagian-keseluruhanRoda : mobil
Sebab-akibatHujan : banjir
TempatDokter : rumah sakit
Urutan/tingkatanBenih : pohon

3. Materi Soal TPA Numerik UNM 2025

Deret angka, aljabar-aritmatika, dan geometrik.

Numerik 01

Deret angka

Deret angka menguji kemampuan menemukan pola perubahan antarangka.

Barisan aritmetika: Uₙ = a + (n − 1)b
Jumlah n suku: Sₙ = n/2 × (2a + (n − 1)b)
Barisan geometri: Uₙ = a × rⁿ⁻¹
Jumlah n suku, r ≠ 1: Sₙ = a(rⁿ − 1)/(r − 1)
Urutan cek pola: selisih tetap → rasio tetap → selisih bertingkat → pola ganjil/genap → operasi campuran → Fibonacci/modifikasi.
Contoh 1: 3, 7, 11, 15, ...

Selisihnya +4, +4, +4. Suku berikutnya = 15 + 4 = 19.

Contoh 2: 2, 6, 18, 54, ...

Rasionya ×3. Suku berikutnya = 54 × 3 = 162.

Contoh 3: 1, 4, 9, 16, ...

Ini kuadrat berurutan: 1², 2², 3², 4². Suku berikutnya = 5² = 25.

Numerik 02

Aljabar dan aritmatika

Bagian ini biasanya mencakup operasi bilangan, persentase, perbandingan, rata-rata, persamaan, kecepatan, dan pekerjaan.

Persentase: p% dari x = (p/100) × x
Kenaikan p%: nilai akhir = awal × (1 + p/100)
Penurunan p%: nilai akhir = awal × (1 − p/100)
Rata-rata = jumlah data / banyak data
Jumlah data = rata-rata × banyak data
Kecepatan = jarak / waktu
Jarak = kecepatan × waktu
Waktu = jarak / kecepatan
Kerja bersama: 1/T = 1/A + 1/B
A dan B adalah waktu kerja masing-masing jika bekerja sendiri.
Trik cepat: untuk persentase berturut-turut, jangan dijumlah mentah. Naik 20% lalu turun 20% menjadi 1,2 × 0,8 = 0,96, artinya turun 4% dari nilai awal.
Numerik 03

Geometrik: pola rasio

Dalam soal numerik, “geometrik” sering merujuk pada barisan geometri, yaitu pola yang berubah dengan rasio tetap.

Rasio: r = U₂ / U₁ = U₃ / U₂
Suku ke-n: Uₙ = a × rⁿ⁻¹
Trik cepat: jika angka membesar sangat cepat, cek perkalian. Jika mengecil pecahan, cek pembagian atau rasio kurang dari 1.
Contoh: 81, 27, 9, 3, ...

Setiap suku dibagi 3. Rasio r = 1/3. Suku berikutnya = 3 × 1/3 = 1.

Contoh: 5, 10, 20, 40, ...

Setiap suku dikali 2. Suku berikutnya = 40 × 2 = 80.

Numerik 04

Geometri dasar yang sering muncul

Jika “geometrik” dimaknai sebagai bangun datar/ruang, rumus berikut paling sering dipakai.

Persegi: L = s², K = 4s
Persegi panjang: L = p × l, K = 2(p + l)
Segitiga: L = 1/2 × alas × tinggi
Lingkaran: K = 2πr = πd, L = πr²
Balok: V = p × l × t
Kubus: V = s³, luas permukaan = 6s²
Trik cepat: untuk lingkaran, gunakan π = 22/7 jika jari-jari/diameter kelipatan 7; gunakan π = 3,14 jika tidak.

4. Penalaran

Penalaran logis dan penalaran analitis.

Penalaran 01

Penalaran logis

Penalaran logis menguji apakah kesimpulan mengikuti premis secara sah.

PolaBentukKesimpulan valid
Modus ponensJika P maka Q. P benar.Q benar.
Modus tollensJika P maka Q. Q salah.P salah.
SilogismeSemua A adalah B. Semua B adalah C.Semua A adalah C.
KontraposisiJika P maka Q.Jika tidak Q maka tidak P.
Jebakan: “Jika P maka Q” tidak otomatis berarti “Jika Q maka P”. Itu disebut konvers dan belum tentu benar.
Contoh cepat

Jika lulus seleksi maka mendapat kartu peserta. Andi tidak mendapat kartu peserta. Kesimpulan valid: Andi tidak lulus seleksi.

Penalaran 02

Penalaran analitis

Penalaran analitis biasanya berupa susunan posisi, jadwal, urutan, kelompok, atau syarat tertentu.

  1. Buat simbol untuk setiap orang/objek.
  2. Tulis aturan wajib, misalnya A sebelum B, C tidak berdampingan D.
  3. Buat tabel/kotak posisi.
  4. Isi informasi paling pasti lebih dulu.
  5. Gunakan eliminasi untuk opsi yang melanggar syarat.
Trik cepat: jangan menghafal seluruh cerita. Ubah kalimat menjadi kode singkat. Contoh: “Budi duduk tepat di kiri Citra” → B-C.
Simbol umum:
A < B = A sebelum B
A-B = A tepat di sebelah B
A ≠ 1 = A bukan posisi 1
A/B = salah satu dari A atau B

5. Kartu Cepat Rumus & Trik

Klik kartu untuk melihat jawaban/poin inti.

6. Latihan Interaktif

Pilih kategori, jawab soal, lalu baca pembahasan.

Skor latihan
0/0

Jawab soal untuk melihat skor.

7. Simulasi Mini Berwaktu

Latihan fokus 10 soal acak dengan timer.

Timer

Mulai simulasi 10 soal

Rekomendasi waktu: 10 menit untuk 10 soal campuran. Gunakan tombol mulai, lalu kerjakan soal di bagian latihan.

Timer belum dimulai.
Kalkulator mental

Cek persentase cepat

Masukkan nilai awal dan persentase kenaikan/penurunan untuk latihan aritmatika dasar.

Hasil akan muncul di sini.

8. Checklist Akhir Sebelum Tes

Gunakan ini untuk review cepat.

Checklist verbal



Checklist numerik & penalaran



Strategi akhir: kerjakan soal mudah dulu, tandai soal panjang, lalu kembali jika waktu masih ada. Jangan biarkan satu soal menghabiskan terlalu banyak waktu.